Mengetuk Pintu Langit, Mempererat Silaturahmi: Menyambut Ramadhan di Desa Peniti Dalam II

Mengetuk Pintu Langit, Mempererat Silaturahmi: Menyambut Ramadhan di Desa Peniti Dalam II

Oleh: Kepala Desa Peniti Dalam II

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita napas dan kesehatan hingga kita kembali dipertemukan dengan tamu agung yang paling dinanti, Bulan Suci Ramadhan.

Sebagai Kepala Desa Peniti Dalam II, izinkan saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Desa mengucapkan Marhaban ya Ramadhan. Kedatangan bulan ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum besar bagi kita semua untuk melakukan “refleksi diri” dan memperkuat fondasi sosial di desa kita tercinta.


Ramadhan: Madrasah Kesabaran dan Kepedulian

Bagi masyarakat Desa Peniti Dalam II yang agamis dan menjunjung tinggi nilai gotong royong, Ramadhan adalah sekolah kehidupan. Di bulan ini, kita diajak untuk merasakan haus dan lapar, yang tujuannya tak lain adalah menumbuhkan rasa empati kepada sesama.

Saya berharap, semangat puasa ini tidak hanya berhenti di meja makan saat berbuka, tetapi menjelma menjadi aksi nyata:

  • Meningkatkan Kepedulian: Mari kita tengok tetangga kiri dan kanan. Pastikan tidak ada saudara kita di Peniti Dalam II yang kekurangan saat menjalankan ibadah.

  • Menjaga Kedamaian: Mari kita jaga kekhusyukan lingkungan. Hindari perselisihan dan perbanyak silaturahmi di masjid maupun surau.

Mengoptimalkan Potensi Desa di Bulan Mulia

Selama sebulan ke depan, geliat ekonomi dan sosial di desa kita biasanya meningkat. Saya mengajak seluruh warga untuk:

  1. Menghidupkan Masjid dan Mushola: Mari penuhi saf-saf shalat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an.

  2. Mendukung UMKM Lokal: Utamakan membeli kebutuhan berbuka atau baju lebaran dari pedagang lokal kita sendiri untuk memutar roda ekonomi desa.

  3. Menjaga Kebersihan Lingkungan: Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita jaga keasrian desa agar ibadah kita terasa lebih nyaman.


Doa dan Harapan

Ramadhan adalah waktu di mana doa-doa dikabulkan. Di tengah kekhusyukan ibadah nanti, saya menitipkan doa agar Desa Peniti Dalam II selalu diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan serta kerukunan.

“Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang luput dari salah.”

Dalam kesempatan ini, saya memohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dalam pelayanan maupun tutur kata selama memimpin desa ini. Semoga puasa kita tahun ini menjadi puasa terbaik yang pernah kita jalani.

Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

TIM EDITOR
PERANGKAT DESA PENITI DALAM II

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content